← Semua karya · Studi kasus · Pulau Pramuka · 2025 · Literasi keuangan

Bank DKI × OJK — Literasi Kepulauan.

Aktivasi literasi keuangan yang berlayar ke Pulau Pramuka, alih-alih memanggil audiens ke Jakarta. Brand, panggung, dan studio — hadir di depan pintu warga yang programnya memang dirancang untuk mereka.

KlienBank DKI & OJK (bersama)
Tahun2025
DurasiJun – Nov 2025
LokasiPulau Pramuka, Kepulauan Seribu
CakupanBrand · Panggung · Studio
Bank DKI × OJK Literasi Kepulauan — aktivasi literasi keuangan di Pulau Pramuka

Sebagian besar program literasi keuangan mengumpulkan warga ke venue pusat. Program ini membalik arahnya — membawa workshop, panggung, dan tim konten ke Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, sehingga warga yang memang menjadi sasaran program tidak perlu meninggalkan pulaunya untuk ikut. Bank DKI dan OJK memberikan brief satu program dengan tiga tugas: framing institusional yang kredibel, eksekusi di pulau yang menghormati tempatnya, dan paket konten yang bisa kembali ke Jakarta dan diskalakan.

Brief

Bawa program ke warganya.

Literasi keuangan di Indonesia punya masalah geografi. Program didesain di Jakarta untuk audiens Jakarta, yang meninggalkan kelompok paling kurang terlayani — komunitas kepulauan — secara struktural di luar kurikulum. Bank DKI dan OJK ingin membalik itu dengan aktivasi yang dibangun untuk Pulau Pramuka dulu, lalu transferable ke pulau-pulau lain berikutnya.

Brief-nya datang dengan tiga hal yang tidak bisa ditawar: kredibilitas institusional (ini program bersama Bank DKI dan OJK — kedua brand harus tampil dengan semestinya), penghormatan pada pulau (aktivasi tidak boleh hanya mendarat sebentar lalu kabur), dan paket konten yang mendokumentasikan modelnya sehingga pulau berikutnya bukan bangun dari nol lagi.

Kami menggulung program selama enam bulan — Jun hingga Nov 2025 — dengan beberapa trip alih-alih satu dorongan besar. Ritme itu melakukan dua hal: memberi tim di pulau kesempatan membangun hubungan, bukan sekadar menjalankan acara satu hari, dan memberi kami beberapa jendela capture sehingga konten akhirnya merefleksikan program sebagaimana terjadi sebenarnya, bukan satu hari yang dipentaskan.

Permintaan ke tiga disiplin kami jelas. Brand Activation membangun identitas program dan posisi institusional. Event Production menangani logistik multi-trip dan eksekusi panggung di pulau. Digital Creative membangun sistem konten — sehingga workshop hidup melampaui hari penyampaiannya.

Yang kami kerjakan

Tiga disiplin, satu program kepulauan.

Konsep aktivasi

Identitas program dan framing institusional yang terbaca sebagai Bank DKI × OJK bersama — bukan co-branded, tapi satu kesatuan.

Logistik multi-trip

Kapal, kit, kru, dan panggung dipindahkan antara Jakarta dan Pulau Pramuka melewati beberapa gelombang — dilatih, tidak diimprovisasi.

Konten workshop

Modul kurikulum disampaikan di pulau — ditulis untuk audiens di depan kami, bukan template literasi keuangan generik.

Panggung di pulau

Panggung dan paket AV diskalakan untuk venue-nya — cukup kredibel untuk institusional, cukup ringan untuk dikapalkan.

Seri konten digital

Video, stills, dan cut sosial direkam sepanjang program — siap kembali ke channel Jakarta dan komunikasi institusional.

Laporan institusional

Dokumentasi program dan paket pasca-acara diformat untuk governance Bank DKI dan OJK — bukan deck marketing, tapi rekaman.

Keputusan craft

Hormati pulaunya, bukan hanya brief-nya.

Keputusan craft terbesarnya adalah skala. Panggung yang tepat untuk lantai konvensi di Jakarta akan mendominasi venue di Pulau Pramuka — dan akan terbaca sebagai ibukota-pamer-di-pulau, persis kebalikan dari apa yang program ini rancang untuk hindari. Kami sengaja menurunkan skala kit-nya, supaya panggung terasa proporsional dengan ruang dan audiens, bukan diimpor dari tempat yang lebih besar.

Kru konten bekerja cara yang sama. Alih-alih parachute shoot satu hari, capture tersebar ke beberapa trip sehingga wajah-wajah di pulau muncul berulang — hubungan, bukan B-roll. Itu terlihat di edit akhir: program terasa seperti sesuatu yang terjadi di Pulau Pramuka bersama warganya, bukan produksi yang berkunjung.

Framing institusional adalah lever satunya. Bank DKI dan OJK adalah co-sponsor — tapi “co-branded” terbaca sebagai dua logo yang berebut ruang. Kami framing program sebagai satu inisiatif bersama dengan identitas yang keduanya duduk di dalamnya, yang lebih sulit secara visual tapi satu-satunya cara output itu terbaca kredibel pada skala yang kemitraan semacam ini layak.

Setiap deliverable dibangun untuk mendokumentasikan modelnya. Karena kemenangan yang sebenarnya bukan pulau ini — tapi pulau berikutnya, dan berikutnya lagi, berjalan di atas sistem yang program ini baru saja buktikan.

Hasil

Model, bukan acara.

Kehadiran melebihi target program di pulau. Yang lebih penting, program diposisikan sebagai model referensi untuk inisiatif literasi kepulauan berikutnya — dokumentasi dan paket konten memungkinkan pulau berikutnya memulai dari siklus dua, bukan siklus satu.

Bagi Magnativ, ini adalah bukti nyata untuk cakupan tiga-disiplin-di-bawah-satu-atap. Satu agensi Jakarta, satu rumah produksi, dan satu tim konten yang bekerja di jalur terpisah akan memecah program ini; satu tim yang menjalankan ketiganya membuat koherensi di pulau menjadi mungkin.

Disiplin yang digunakan di proyek ini
Brand Activation · Event Production · Digital Creative

Lihat Brand Activation →
Lihat Event Production →
Lihat Digital Creative →

Aktivasi institusional? Mulai di sini.

Scroll to Top